Warga Tuntut Klarifikasi Ganti Rugi Lahan Tambak ke PT Guthrie di Kotabaru, Sat Reskrim akan Gelar Perkaranya

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Sebanyak sekitar 20 orang dari Keluarga Besar Kelompok “Sipatuo” yang dipimpin oleh Mase AB menggelar aksi damai di PT Guthrie International Pulau Laut Refinery, di Jalan Raya Stagen, Desa Sungai Taib, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, pada Senin (25/8/2025) pagi. Aksi yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 13.30 WITA ini menuntut kejelasan status hukum dan ganti rugi atas sebidang tanah yang mereka klaim.

Aksi berlangsung tertib dan aman dengan pengamanan dari 50 personel gabungan Polres Kotabaru. Pertemuan antara perwakilan warga dan manajemen perusahaan pun dilakukan di dalam kantor.

Dalam pertemuan tersebut, Mase AB selaku perwakilan kelompok menyampaikan dua pokok permasalahan utama.

Pertama, mengenai status sebidang tanah berukuran 38×110 meter yang bersertifikat Hak Milik (SHM) atas namanya. Ia menduga terjadi pemalsuan dokumen, termasuk surat kematian, dalam proses balik nama sertifikat tanahnya yang dilaporkan terbakar pada 1993. Pada 2006, tanah tersebut tercatat di sebuah bank dan telah dibalik nama atas nama Diana Siti tanpa sepengetahuannya.

Kedua, Mase AB bersama lima orang lainnya menuntut kejelasan pembayaran ganti rugi pembebasan lahan tambak seluas 31 Hektar yang mereka klaim belum pernah mereka terima. Keenam orang tersebut beserta klaim luas lahannya adalah: Ruslan/Saka (3 Ha), Bahar/Inem (3 Ha), Hasan/Anda (3 Ha), Yuskar/Sinare (3 Ha), M. Aras/Paule (3 Ha), dan Mase AB/Idrus (4 Ha).

Menanggapi tuntutan tersebut, Manager HRAS-PR PT SD Guthrie Internasional Pulau Laut, Kusdaryanto, menyatakan bahwa permasalahan ini telah berlangsung lama. Perusahaan menyarankan agar penyelesaian ditempuh melalui jalur pengadilan untuk mendapatkan kejelasan dan keadilan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami berharap untuk tidak lagi melakukan aktivitas di sekitar perusahaan, termasuk mengerahkan massa. Biarkan seluruh proses hukum, baik perdata maupun pidana, berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya. Perusahaan menyatakan akan menghormati apapun keputusan hukum yang nantinya dihasilkan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotabaru, AKP Shoqif Fabrian Yuwindayasa, mengungkapkan bahwa laporan Mase AB mengenai dugaan pemalsuan data tanah sebelumnya terkendala karena pelapor utama telah meninggal dunia. Namun, berdasarkan penelusuran, pihaknya menemukan nama-nama lain yang diduga terkait, yaitu Ibnu Kahar dan Ikbal.

“Saya akan membuka kembali perkara ini untuk ditindaklanjuti. Kehadiran kami untuk memastikan proses hukum berjalan sehingga kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan,” tegasnya.

Hingga aksi damai berakhir, kedua belah pihak belum menemui kata sepakat. Pihak perusahaan bersikukuh menyelesaikan masalah melalui jalur hukum, sementara kelompok Mase AB disebutkan belum bersedia menandatangani kesepakatan tersebut karena pihak lawyer-nya tidak hadir.

Polres Kotabaru melalui Sat Reskrim menyatakan akan melakukan pemeriksaan dan verifikasi ulang terhadap berkas-berkas yang disampaikan Mase AB. Jika ditemukan indikasi pidana, akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk memastikan kepastian hukum.

Aksi pun bubar dalam kondisi yang tetap kondusif dan aman.

(Humas Polres Kotabaru)




Headline: Polsek Kelumpang Hulu dan Manggala Agni Gelar Patroli dan Sosialisasi Pencegahan Karhutla

Polres Kotabaru Polda Kalsel – Kepolisian Sektor (Polsek) Kelumpang Hulu bersama Tim Manggala Agni dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Kementerian Kehutanan, melaksanakan kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan ini berlangsung pada Senin (25/8/2025) di Desa Karang Liwar, Kecamatan Kelumpang Hulu.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WITA ini merupakan bentuk sinergi antar instansi dalam mengantisipasi terjadinya bencana asap dan kerusakan lingkungan akibat kebakaran.

Kapolsek Kelumpang Hulu dalam laporannya menyebutkan sejumlah poin penting yang dilakukan dalam patroli tersebut. Tim gabungan melakukan pengambilan sampel uji remas serasah atau daun kering, yang merupakan indikator awal kerentanan bahan bakar untuk kebakaran. Selain itu, juga dilakukan pengambilan sampel uji tanah dan vegetasi untuk memantau kondisi lahan.

Tim juga mengecek ketersediaan sumber air di Sungai Desa Karang Liwar, yang merupakan faktor krusial dalam upaya pemadaman jika terjadi kebakaran. Tidak kalah penting, dilakukan pemetaan dan pengecekan terhadap lokasi-lokasi yang rawan menjadi titik api.

“Selain patroli, kami juga langsung melakukan sosialisasi larangan membakar lahan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi aktif dalam pencegahan Karhutla,” jelas Kapolsek seperti tertuang dalam laporannya.

Kegiatan yang melibatkan Bripka Yudo Anggoro Raharjo (Ka SPKT Polsek Kelumpang Hulu), Koptu Mahfud NP (Babinsa), Sdr. Heru Santoso beserta tim Manggala Agni, serta perwakilan masyarakat Sdr. Miyardi ini berjalan lancar.

Kegiatan dipastikan berakhir pada pukul 12.30 WITA. Selama patroli berlangsung, situasi di lapangan dilaporkan dalam kondisi aman, lancar, dan kondusif.

Kerja sama seperti ini diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk meminimalisir potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga melindungi ekosistem dan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Kelumpang Hulu.

(Humas Polres Kotabaru).




Headline: Sat Binmas Polres Kotabaru Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di Politeknik Kotabaru

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Kotabaru memberikan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Bullying kepada mahasiswa Politeknik Kotabaru. Kegiatan yang digelar pada Senin (25/8/2025) ini merupakan upaya proaktif Kepolisian untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi pengembangan diri mahasiswa.

Acara yang berlangsung di Aula Balai Gunung Jambangan, Kampus Politeknik Kotabaru, dihadiri oleh puluhan mahasiswa. Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Kotabaru IPTU Mujiyanto beserta jajarannya.

Dalam pemaparannya, Kasat Binmas menjelaskan bahwa bullying di lingkungan kampus tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga verbal, psikologis, relasional, dan cyberbullying. Perilaku agresif ini dapat menimbulkan dampak yang sangat serius.

“Dampaknya multidimensi, mulai dari gangguan mental seperti stres, kecemasan, hingga depresi; penurunan prestasi akademik; hingga keterasingan secara sosial. Dalam kasus yang ekstrem, ini dapat berujung pada keinginan untuk bunuh diri,” jelas IPTU Mujiyanto.

Untuk mengatasi hal tersebut, Sat Binmas menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh civitas akademika dan institusi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:

1. Penguatan Regulasi Kampus: Menyusun dan menegakkan peraturan anti-bullying dengan sanksi yang jelas dan tegas.
2. Sistem Pelaporan yang Aman: Menyediakan mekanisme bagi korban atau saksi untuk melaporkan kejadian bullying tanpa rasa takut.
3. Edukasi dan Kampanye Berkelanjutan: Mengadakan seminar, pelatihan, dan kegiatan untuk membangun budaya saling menghargai dan toleransi.
4. Dukungan Psikologis: Menyediakan layanan konseling yang mudah diakses untuk memberikan pendampingan bagi korban.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.40 WITA dan berakhir pukul 11.00 WITA tersebut berjalan dengan lancar dan aman. Para mahasiswa terlihat antusias dan aktif berinteraksi selama sesi tanya jawab.

Dengan diselenggarakannya sosialisasi ini, Sat Binmas Polres Kotabaru berharap dapat meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman bersama terhadap bahaya bullying, sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk perundungan.

(Humas Polres Kotabaru)




Remaja Tenggelam di Objek Wisata Liang Udut Kotabaru Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Pencarian Malam Hari

Polres Kotabaru Polda Kalsel – Seorang remaja berusia 15 tahun, M. Reshan Badali, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Obyek Wisata Liang Udut, Desa Batang Kulur, Kecamatan Kelumpang Barat, pada Minggu (24/8/2025) siang sekitar pukul 10.30 WITA.

Korban yang berdomisili di Perumahan Bukit Kapur Estat Pondok 2, Kelumpang Hulu, Kotabaru, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia (MD) setelah melalui proses pencarian intensif hingga dini hari.

Kronologi Pencarian

Kapolsek Kelumpang Barat, IPTU Hendrie Ade A.S., melaporkan bahwa pencarian dimulai kembali pada pukul 20.00 WITA yang dipimpin langsung olehnya bersama anggota Polsek dan warga setempat. Dengan peralatan yang terbatas, upaya penyelaman dilakukan di area kejadian, namun korban belum juga ditemukan.

Upaya penyelamatan kemudian mendapat tambahan kekuatan dari tim profesional. Pukul 00.30 WITA, tim gabungan dari Basarnas Kotabaru dan BPBD Kotabaru yang berjumlah 9 personil tiba di lokasi dan langsung bergabung dalam operasi pencarian.

Dua jam kemudian, tepatnya pukul 02.30 WITA, jenazah M. Reshan Badali akhirnya berhasil ditemukan. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Desa Bungkukkan menuju rumah keluarga korban di Desa Bungkukkan, Kecamatan Kelumpang Barat, dan tiba pukul 03.10 WITA.

Disebutkan dalam laporan polisi, pihak keluarga korban menyatakan ikhlas atas musibah ini dan tidak menginginkan dilakukannya visum atas jenazah.

Tim Gabungan Terlibat

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan banyak pihak:

1. Polsek Kelumpang Barat: 8 personil dipimpin Kapolsek IPTU Hendrie Ade A.S.
2. Basarnas Kotabaru: 3 personil (Adi Maulana, Faisal Ali, Edi Saputra).
3. BPBD Kotabaru: 6 personil (Fahmi, Nazar, M. Aco, Asfandi, Wandari, M. Aldi).
4. Puskesmas Bungkukkan: 2 personil (Suyatman, Randi Efendi).

Tindakan Kepolisian

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan tenggelamnya korban masih belum diketahui secara detail. Obyek Wisata Liang Udut merupakan destinasi alam yang populer, namun insiden ini mengingatkan pentingnya keselamatan dan kewaspadaan saat beraktivitas di area perairan.

(Humas Polres Kotabaru).




Polres Kotabaru Siagakan Personel Amankan Aksi Damai Kelompok Sipatuo

Kotabaru, 25 Agustus 2025 – Polres Kotabaru menurunkan puluhan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi damai yang digelar oleh kelompok Sipatuo pada Senin (25/8). Apel kesiapan pasukan digelar di halaman Mapolres Kotabaru sebelum pergeseran personel menuju lokasi kegiatan.

Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K., melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kotabaru, Kompol Dr. Abd Rauf, S.I.K., M.H., CPHR., CBH., CH., CHt., CPHt., menegaskan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan masyarakat berjalan tertib, aman, dan kondusif tanpa mengganggu ketertiban umum.

“Personel yang dilibatkan berasal dari gabungan Satfung, termasuk Samapta, Intelkam, Reskrim, Lantas, hingga anggota berpakaian preman yang diterjunkan guna melakukan pengawasan di lapangan,” ujar Kabag Ops.

Lebih lanjut, Kabag Ops menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. “Kita hadir untuk memberikan rasa aman, bukan untuk menakut-nakuti. Laksanakan tugas sesuai SOP dengan mengutamakan pelayanan dan pengayoman,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan seluruh personel melaksanakan apel dengan penuh disiplin. Polres Kotabaru berharap aksi damai tersebut berjalan sesuai kesepakatan sehingga situasi tetap kondusif.

Polres Kotabaru juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi. “Mari kita bersama-sama menjaga keamanan daerah kita agar tetap damai dan kondusif,” pungkas Kabag Ops Polres Kotabaru.




Cegah Karhutla; Polsek Kelumpang Hulu Gelar Patroli dan Sosialisasi Bersama Manggala Agni

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), jajaran Polsek Kelumpang Hulu melaksanakan kegiatan patroli terpadu dan sosialisasi bersama tim Direktorat Pengendali Kebakaran Hutan (Manggala Agni) Kementerian Kehutanan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Banua Lawas, Kecamatan Kelumpang Hulu, pada Minggu (24/8/2025) pagi.

Kegiatan operasi pencegahan Karhutla ini dipimpin langsung oleh Ps. Ka Spkt 1 Polsek Kelumpang Hulu, Bripka Yoyok Listiyono. Turut serta dalam patroli ini unsur Babinsa Koramil 1004-13 Kelumpang Hulu yang diwakili oleh Pelda Sapangadin, Tim Manggala Agni yang dipimpin Sdr. M. Sadudin, serta Kepala Desa Banua Lawas, Sdr. Miyardi, SE.

Kapolsek Kelumpang Hulu IPDA Agus Setiawan, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan yang dilakukan sangat komprehensif. Tim gabungan tidak hanya melakukan sosialisasi, tetapi juga mengambil berbagai sampel untuk menguji tingkat kerawanan kebakaran di lokasi.

“Kami melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari pengambilan uji remas serasah atau daun kering, pengambilan sampel uji tanah, hingga pemeriksaan sampel vegetasi yang tumbuh di sekitar desa. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kekeringan dan potensi bahan bakar untuk kebakaran,” jelas Kapolsek.

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan terhadap sumber air yang berada di Sungai Desa Banua Lawas dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang dianggap rawan menjadi titik api. Upaya pre-emptif ini diharapkan dapat memetakan area yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.

Yang tak kalah penting adalah sosialisasi langsung kepada masyarakat. Tim memberikan pemahaman tentang bahaya Karhutla, larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta imbauan untuk segera melaporkan jika melihat ada titik api atau indikasi kebakaran di sekitar pemukiman.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 11.45 WITA tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Kerja sama yang solid antar instansi TNI, Polri, Manggala Agni, dan pemerintah desa menjadi kunci suksesnya operasi pencegahan dini ini.

Diharapkan dengan langkah proaktif ini, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Kelumpang Hulu, khususnya Desa Banua Lawas, dapat diminimalisir sehingga melindungi ekosistem dan keselamatan masyarakat.

(Humas Polres Kotabaru)

#manggalaagni
#patrolikarhutla
#kelumpanghulu
#kotabaru
#kalsel




FBS 2025 “Magic From The Sea” Jadi Magnet Wisata, Polres Kotabaru Pastikan Aman dan Tertib

Kotabaru – Festival Budaya Saijaan (FBS) ke-11 dengan tema “Magic From The Sea” resmi dibuka di kawasan Siring Laut Kotabaru, Sabtu malam (23/8/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati lokasi untuk menyaksikan langsung kemeriahan event budaya tahunan yang menjadi ikon pariwisata Bumi Saijaan.

Pembukaan FBS diisi dengan beragam penampilan seni, mulai dari Tari Mayang Kencana, parade artis, hingga kolaborasi budaya daerah yang memukau penonton.

Bupati Kotabaru H. Muh. Rusli, S.Sos yang diwakili Wakil Bupati Sya’iri Mukhlis, S.Sos menyampaikan bahwa FBS bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga ajang pelestarian seni budaya serta media promosi pariwisata Kotabaru. “Festival ini mencerminkan kekayaan etnis dan adat istiadat masyarakat Kotabaru yang mampu hidup rukun dalam semangat Saijaan,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sulkan, S.H., M.M turut memberi apresiasi atas terselenggaranya festival budaya ini. Sementara itu, Fajar Hutomo, Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, secara resmi membuka FBS 2025. Ia menegaskan FBS masuk dalam 110 agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN), sehingga berpotensi memperkuat promosi pariwisata Kotabaru hingga level internasional.

Untuk mendukung kelancaran acara, Polres Kotabaru di bawah pimpinan Kapolres AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K menurunkan 76 personel. Pengamanan juga didukung unsur TNI AD, TNI AL, Satpol PP, Dishub, dan Damkar dengan total kekuatan 153 personel. Petugas disiagakan di titik-titik strategis, mulai dari jalur masuk dan keluar, area panggung, hingga pengaturan lalu lintas.

Hingga malam ini, pembukaan FBS 2025 berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semarak. Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menjadi bukti bahwa Festival Budaya Saijaan tetap menjadi magnet wisata unggulan yang membanggakan Kabupaten Kotabaru.




Polsek Pulau Laut Tengah Support Peninjauan Lokasi Calon Pembangunan SPPG

Polres Kotabaru Polda Kalsel – Personel Polsek Pulau Laut Tengah turut mendukung kelancaran kegiatan peninjauan lokasi calon pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar Tim Terpadu Pemerintah Pusat, Sabtu (23/8/2025).

Kegiatan yang dilakukan oleh Pulau Laut Tengah tersebut dalam rangka mendukung program strategis pemerintah pusat untuk penanganan stunting dan pemenuhan gizi masyarakat.

Peninjauan berlangsung di satu titik lokasi, yakni di lingkungan Perkantoran Kecamatan Pulau Laut Tengah (belakang Kantor Kecamatan). Selama kegiatan berlangsung, situasi kamtibmas dalam kondisi aman dan kondusif.

Personel Polsek Pulau Laut Tengah yang terlibat dalam pengamanan kegiatan ini adalah:

1. Panit Intelkam AIPTU Hadi P
2. Anggota Polsek AIPDA Endro W
3. Anggota Polsek BRIPDA Rusadi

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai instansi kunci, yaitu:

1. Kementerian Dalam Negeri RI: Ahmad Fahmy, S.Tr.I.P; Jonggi Tambunan, S.E., M.Si; M. Genka G., S.Tr.IP.
2. Kementerian PUPR RI: Muhammad Ridhwan; Aprian Aji; Toebagus Galih.
3. Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah 2 Kalsel: Erwin Maulana; Evita Sari; Halimatus Sa’diyah.
4. Dinas Perkimtan Kabupaten Kotabaru.

“Kehadiran personel kami di lapangan hari ini adalah wujud komitmen Polri untuk fungsi pre-emtif dan preventif. Kami tidak hanya menjaga keamanan proses peninjauan, tetapi juga memastikan bahwa program pemerintah ini dapat berjalan dengan lancar dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Kapolsek Pulau Laut Tengah IPTU Tri Wibawa.

Dukungan Polri terhadap pembangunan SPPG diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan fasilitas yang sangat penting untuk peningkatan kualitas kesehatan dan gizi generasi penerus bangsa ini.

(Humas Polres Kotabaru)




Polsek Pamukan Utara Gencar Himbau Warga Cegah Karhutla di Desa Sengayam

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Personel Polsek Pamukan Utara, Kotabaru, kembali melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kegiatan yang merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II Intan 2025 ini berfokus pada sosialisasi dan himbauan langsung kepada masyarakat di Desa Sengayam, Sabtu (23/8/2025) sore.

Patroli dilakukan oleh dua personel polisi, Aiptu Dwiyanto dan Aipda Wayan. Mereka terjun ke wilayah untuk mengingatkan warga akan bahaya dan larangan terkait kegiatan yang dapat memicu kebakaran, terutama pada musim kemarau seperti saat ini.

Dalam himbauannya, polisi menyampaikan poin-poin penting dari Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan, yaitu:

1. Larangan mutlak membuka lahan atau hutan dengan cara dibakar.
2. Larangan membuang puntung rokok secara sembarangan yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
3. Larangan membuat api unggun di area dekat hutan.

Kapolres Kotabaru AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Kotabaru IPTU Agus Riyanto menegaskan, Operasi ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengantisipasi bencana asap dan kerugian material maupun ekologis akibat kebakaran hutan dan lahan. Dengan pendekatan pre-emptif melalui himbauan, diharapkan kesadaran masyarakat dapat meningkat sehingga kejadian Karhutla dapat dicegah sedini mungkin.

“Kegiatan patroli pencegahan Karhutla seperti ini akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan di seluruh wilayah hukum Polsek jajaran Polres Kotabaru untuk memastikan lingkungan yang aman dan terbebas dari asap kebakaran”. Pungkas Kasi Humas.

(Humas Polres Kotabaru)
#AmanNusaIIIntan #PolresKotabaru #polriuntukmasyarakat #CegahKarhutla #kotabaru #kalsel




Polsek Sungai Durian Intensifkan Patroli Cegah Karhutla di Dua Desa

Polres Kotabaru Polda Kalsel _Personel Polsek Sungai Durian proaktif berikan himbauan dan awasi lahan kering yang berpotensi kebakaran dalam Ops Aman Nusa II Intan 2025.

Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Durian terus menggencarkan operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pada Jumat (22/8/2025) siang, personel melakukan patroli pencegahan di sejumlah titik rawan di wilayah hukumnya.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II Intan 2025 Penanganan Karhutla ini dipusatkan di dua lokasi, yakni Desa Buluh Kuning dan Desa Gendang Timburu. Patroli dimulai pukul 11.00 Wita setelah diawali dengan apel kesiapan terlebih dahulu.

Tiga personel polisi, yaitu Bripda Arlens Julius O.T, Bripda Feril Pradana, dan Bripda Oskar David, turun langsung memantau kondisi lapangan. Fokus patroli adalah pada lahan-lahan kering yang memiliki potensi tinggi menjadi titik awal kebakaran.

“Selain melakukan patroli, personel kami juga aktif memberikan sosialisasi dan himbauan langsung kepada warga,” seperti disebutkan dalam laporan resmi Polsek Sungai Durian yang ditujukan kepada Kapolres Kotabaru.

Himbauan yang diberikan berpedoman pada Maklumat Kapolda Kalimantan Selatan, yang melarang tiga aktivitas utama:

1. Membakar lahan untuk membuka kebun atau ladang.
2. Membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama di area lahan kering.
3. Membuat api unggun di dekat kawasan hutan atau lahan yang rawan terbakar.

Menurut laporan tersebut, seluruh rangkaian kegiatan patroli dan himbauan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Situasi keamanan di dua desa tersebut dinyatakan dalam kondisi aman dan terkendali.

Operasi ini menunjukkan komitmen Polri, dalam hal ini Polsek Sungai Durian, untuk melakukan tindakan preemtif dan preventif guna mengantisipasi bencana asap dan kerugian materiil yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan.

(Humas Polres Kotabaru).
#PolsekSungaiDurian #PolresKotabaru #PoldaKalsel #Karhutla #OpsAmanNusa #Patroli #Himbauan #BuluhKuning #GendangTimburu #PolriPresisi